MESUJI NASIONAL

Thursday, 11 February 2021 - 01:09 WIB

3 weeks yang lalu

Puluhan Miliar, Proyek Rigid Beton Kualitasnya Diragukan-Mesuji Lampung

MESUJI LAMPUNG perintinews.com Luar biasa, usia proyek belum seumur jagung tapi beberapa titik rigid beton di jalan desa Simpang pematang kecamatan Simpang pematang Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung

Pembangunan Rigid Beton yang dibiayai oleh Pemerintah daerah kabupaten Mesuji yaitu dinas Pemukiman Masyarakat Pakai Uang Negara tahun anggaran perubahan 2020 include seluruh kabupaten Mesuji lebih kurang Rp- Miliyar.10.M. Titik Lokasi Mesuji Timur, Simpang-pematang, Simpang-mesuji, dan desa Brabasan.

Sayangnya upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kabupaten Mesuji diduga dikerjakan asal jadi.

 Pemegang kontrak sekaligus pelaksana proyek tidak bisa kami mintai tanggapan karena dari awal tidak ada plang proyek akan tetapi di LPSE Sumber Dana dari Dinas Perkim Sudah beberapa kali Media online atau yang lain nya melayangkan informasi kepublic tak juga ada perubahan seperti statement, Kadis PERKIM Kabupaten Mesuji Desember 2020 lewat telpon yang retak, kurang semen menurut beliau kan Nanti ada perbaikan.

“Sebelumnya salah seorang warga Kecamatan Simpang pematang Witno membenarkan sebagian rigid beton batu koralnya sudah pada kelihatan dengan kasap mata padahal bulan Desember tahun 2020 selesai dibangun kondisi rabat beton Sudah sangat memperihatinkan.

Rigid beton bermunculan batu koral dapat dilihat pada bagian badan jalan rigid dan bahu jalan cor beton.

“Bahkan ada bahu jalan yang sudah hancur. Pada hal proyek ini baru sekitar dua bulan atau belum seumur jagung,” sesal witno Kamis (11/02/21)

Terpisah, Dengan anggota Kelompok relawan Ir H Joko Widodo POSPERA yaitu posko perjuangan rakyat Kabupaten mesuji Pantusi didampingi ketua tanjung raya Wandi berharap pembangunan rigid beton oleh rekanan seperti perusahaan-perusahaan kalau sesuai dengan prosedur pasti hasilnya baik karena Anggaran dana yang dipakai Negara bukan dana kecil itu sudah levelnya, Badan Usaha Milik Negara BUMN kalau kelas Tender

“Ada baiknya rigid beton yang sudah pecah dan retak diangkat atau dibongkar dan dicor ulang. Jika tidak dikuatirkan akan memicu kerusakan terparah akibat rekanan beban mobilisasi,” saran Pantusi

Dilokasi proyek jln, warga setempat tak mau namanya disebut, yang mengaku pelaksana dari rekanan mengatakan kerusakan badan dan bahu jalan di akibatkan usia rigid beton setelah di cor baru dua bulan 60 hari sudah bertaburan batunya. Seharusnya tidak seperti itu Hasil nya.(Tomi)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya