MESUJI NASIONAL

Tuesday, 16 February 2021 - 11:15 WIB

2 weeks yang lalu

Pospera Relawan Ir. H Joko Widodo, BUMDesma Dua Kecamatan Diduga Korupsi Harap Respon Penegak Hukum

MESUJI LAMPUNG-Perintisnew.com Badan Usaha Milik Desa Bersama modal dasar dari delapan desa sebesar 160 juta atas nama badan usaha milik Desa Bersama (BUMDESMA) yang berada di kecamatan Mesuji timur Kabupaten Mesuji tepat nya masuk kawasan transmigrasi.

Selain modal dasar tersebut BUMDesma ini juga dapat dana bantuan dari kementerian sebesar 300 juta berbentuk uang tunai, dan Combeit (alat panen padi) sebanyak 5 unit

Di tempat yang terpisah hampir serupa tapi hanya beda kecamatan, Badan Usaha Milik Desa Bersama ( BUMDes) Maju Jaya Bersama yang ada Kecamatan Simpang Pematang, yang baru baru ini sempat viral di laman media sosial, berita online haluan lampung, tribun pos, cyber serta Pospera news, Kabar Nusantara.com,beberapa Hari yang lalu, Sangat di sesalkan viral nya BUMDesma yang ada beberapa kecamatan dikabupaten Lampung Menjadi perbincangan hangat Masyarakat Lampung. (16/02/21)

Perbincangan Masyarakat, bukan karena prestasi yang berhasil mengangkat perekonomian masyarakat nya Di duga justru menjadi DUGAAN KORUPSI.

Uraian singkat BUMDESMA KEC mesuji timur.

“Seperti halnya pengakuan Agus Haryono ketua Bumdesmart pada pemberitaan sebelumnya ,dari dana 160 juta pihaknya mendapatkan keuntungan sekitar 8,7 dalam setahun yang dialokasikan pada pembelian padi, serta Saprodi berupa pupuk dan penambahan emperan kios dipasar.tutur Agus dicuplik dari jalurnew.com

“Saya minta rumah pajang untuk segera diisi karena bangunan itu kan dapat sewa sayangkan kalau uang sewa terbuang cuma-cuma kata Rahmatullah kepada Agus ketua Bumdesma.

Keterangan anggota bumdesma yang lama bahwa bumdesma tersebut di tahun 2018 mendapatkan bantuan dana sebesar Rp, 300.000.000,-dana dari kementrian dan combine / kombet sebanyak 2 unit disusul lagi awal tahun 2019 dapat lagi 3 unit jadi total 5 unit, yang 2 unit masih dikelola bumdesma, yang 2 unit lagi sama komang sp 5 dan yang 1 unit lagi tidak di ketahui keberadaannya bahkan toko pajang sampai sekarang tutup tidak buka lagi ” paparnya. Anggota BUMDESMA yang tak mau disebutkan namanya.

“Ya saya melakukan penelusuran terkait penyertaan modal kedelapan desa tersebut, sudah saya lihat kelapangan kalau gabah itu memang ada sejumlah ( 144/146) sak/karung yang kurang lebih 8 ton dan kalau pupuk subsidi saya belum ketemu di tempatnya, budi selaku ketitipan barang (gabah) ini sudah ada 10/11 bulan gabah ini mas ,jelas Busrimansa.

Selain itu Agus hariyanto ketua bumdesma mengaku kepada pihaknya combine yang dikelola mendapatkan keuntungan 60 juta akan tetapi dibelikan mobil sebagai alat transportasi pemindahan combine” ya untuk kombet/combine ada 2 unit yang kami kelola dari hasil selama ini kami dapat hasil pengolahan kombet sebesar Rp, 60.000.000,- dana hasil kombet ini kami belikan mobil untuk mobilisasi antar kombet” ungkap agus.

Uraian tentang BUMDesma KEC simpang-pematang.

“,Menurut keterangan kepala bidang Ekonomi Desa DPMD kabupaten Mesuji dilansir dari pemberitaan media online, Rahmatullah mengatakan, kita kawal bersama sampai dengan tanggal 20 Februari untuk pengurus dan komisiaris harus mengembalikan dana sebesar Rp360.000.000”.jelasnya, Selasa( 2/2/2021).

Sedangkan pernyataan hari yang berbeda di haluan Lampung

Saat di temui di ruang kerjaanya Rohmat menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi di BUMDESMA maju jaya bersama simpang Pematang bukan terindikasi sebagai korupsi melainkan utang piutang yang belum terselesaikan, Tutur nya salah satu media online haluan lampung hari ini Kamis 11/02/21)

Dari Dua kecamatan BUMDESMA yang ada dikabupaten mesuji Lampung Menjadi pertanyaan masyarakat Lampung khusus nya Kabupaten Mesuji kronologis peristiwa itu, Menjurus Sistematis dalam Dugaan Korupsi.

“,Peristiwa BUMDESMA di Kabupaten Mesuji Sudah seperti Melodi Membuat Ketua Relawan Ir. H. Joko Widodo yaitu POSKO PERJUANGAN RAKYAT, (POSPERA) Geram, Berharap Dengan Hormat Kepada Penegak hukum, Seperti Polres Mesuji (Tipikor) Kejaksaan Negeri, Inspektorat, Seluruh Penegak Hukum Lampung agar segera memproses, menindaklanjuti secara hukum di negeri ini, karena itu Uang Negara agar segera di melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena hasil dari BUMDesma tersebut belum sesuai keuntungannya sehingga diduga menjadi sarang korupsi, tutup eko (TiM-Nawacita)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya