MESUJI NASIONAL

Saturday, 20 February 2021 - 03:34 WIB

1 week yang lalu

,”Petani Pasrah, Kekeringan Air Terancam Gagal Panen Di Mesuji

KABUPATEN MESUJI perintisnews.com Berapa petani di Kabupaten mesuji Provinsi Lampung, mengaku pasrah menghadapi kekeringan. Mereka tak bisa berbuat banyak serta khawatir bila terjadi gagal panen. Kekeringan ini adalah dampak primer yang tidak berfungi dan aliran nya tidak bisa menahan air. yang berlangsung sejak musim tanam.

“Kita yakin, satu pekan ke depan tanaman padi tidak berkembang dengan normal karena kekeringan,” kata Tusi(30), seorang petani Desa Wiralaga satu Kecamatan Mesuji Kabupaten mesuji, kepada perintinsnew.com sabtu(20/03/21)

Tanaman padi seluas 1,5 hektare itu berusia tanam antara 20-40 hari. Kini, semua itu mengalami kekeringan akibat aliran irigasi tidak berpungsi bahkan primer pun kering airnya padahal ini musim hujan.

Sementara itu, pasokan air untuk mengaliri puluhan hektare sawah dari Sungai wiralaga batang air besar juga mengalami dampak penyusutan air.

“Kita juga pengairan itu dari sungai. Jika sungai mengering tentu tidak bisa dilakukan penyedotan air ke persawahan,” katanya menjelaskan.

Menurut tusi, dirinya bersama para petani lainnya terpaksa pasrah. Sebab, tanaman padi milik mereka yang siap dituai pada Mei -juni mendatang dipastikan gagal panen.

Menurut pak tusi, dirinya bersama para petani lainnya terpaksa pasrah. Sebab, tanaman padi milik mereka yang siap dituai pada Mei-Juni mendatang dipastikan gagal panen.

Selama ini, tanaman padi di wilayahnya itu dalam kondisi tidak terawat akibat kekeringan. Bahkan, tanah di petak-petak sawah tampak kering kerontang dan terbelah, retak retak.

Selain itu, di antara tanaman padi juga terdapat gulma serta diserang oleh tikus sehingga mengakibatkan padi tidak tumbuh dan bahkan mati.”Kekeringan ini kami mengalami kerugian biaya produksi sekitar Rp10 juta dari luas 1,5 hektare,” ungkap Tusi.

Nasib serupa dialami pula oleh Alek (55), seorang petani di Desa Wiralaga Kecamatan MesujiĀ  Kabupaten mesuji. Dia mengaku pasrah setelah melihat tanaman padi miliknya mengalami kekeringan akibat mengeringnya pasokan air dari Irigasi tidak ada.

Kekeringan ini, lanjut Alek, tidak bisa diatasi dengan pompanisasi karena tak adanya potensi sumber air lain. “Kami merasa bingung, kekeringan ini dapat menimbulkan gagal panen,” ujar dia.

Saat berita ini dinaikan sebelumnya awak media Perintis” sudah menghubungi kepala dinas pertanian kabupaten Mesuji melalui via WhatsApp akan tetapi pesan sudah sampai. “diketahui, dibaca dilayar tosbar WhatsApp contreng dua hingga informasi ini langsung ditayangkan belum dapat respon balik di bapak parimam Kepala dinas pertanian, agar tak penasaran tunggu informasi berita selanjutnya tentang Sawah kekeringan air dikabupaten mesuji. (Tim)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya