MESUJI NASIONAL

Senin, 11 Januari 2021 - 11:29 WIB

7 bulan yang lalu

Kisah Tragis Di desa Way puji Kabupaten Mesuji, Bukan Premanisme

Perintinewcom. Mesuji LampungBerdasarkan Hasil Penelusuran Pantauan awak Media Dugaan dibalik meninggalnya Hanavi, tragis selasa 29 Desember 2020,dugaan di keroyok oknum warga Way Puji ,Pengeroyokan  serta penganiayaan hingga korban tersebut meninggal dunia, bukan premanisme melaikan atas Surat perintah Tugas pemerintah Desa ditempat hanavi berdomisili.

Dalam isi surat tugas tersebut memberikankan perintah tugas kepada 8 orang termasuk Korban pengeroyokan (Hv) Surat Perintah Tugas tersebut Nomer :01/SPT/18.11.03.2003./M/X/2020.

Dalam surat tugas tersebut saudara Ad sebagai ketua Tim, AS Wakil ketua 1,DO wakil ketua II, Anggota

1.HV (Korban)

2.Ct.

3.Yd.

4.Rdi.

5.Sm.

Dan no satu di Desa tersebut Sebagai Pembina.

“Menurut info yang beredar dikalangan Masyarakat sehingga menimbulkan resahnya masyarakat way Puji Surat edaran nomer 220/SE/18.11.2003/28/2020.

Sungai Sidang 28 Oktober 2020

Uraian isi surat yang beredar di netizen banyak Mengundang pertanyaan publik isi nya adalah Kepada Yth seluruh para petani penggarap lahan persawahan milik masyarakat Desa Sungai Sidang yang terletak disebelah utara wilayah sidang way Puji. diresakan.oleh Tim.Ars. masyarakat.desa Sungai Buaya Desa Desa Sidang Sidorahayu”.Ungkap Masyarakat yang enggan disebutkan inisialnya.

“Menurut keterangan salah satu warga Rawa Jitu Utara yang enggan dipublikasikan namanya, memang benar Hanavi diberi surat tugas Oleh Kepala desa, pengawasan dan larangan seluruh para petani yang menggarap dilokasi yang dianggap tanah hak masyarakat sungai sidang.tuturnya

Kemudian 14 Desember keluarnya Surat edaran Bupati, nomor: 590/5312/1.01/MSJ/2020. Yang ditembuskan Camat RJU, Kepala Desa Sungai Sidang, Kepala Desa Way Puji, Ketua Dewan Marga adat Mesuji, Para Pemilik Lahan di desa Way Puji.

“Surat tugas yang dibuat kepala Desa Sungai sidang cacat hukum, kenapa setelah sudah dapat surat edaran bupati, seharusnya surat tugas dimandatkan termasuk korban tidak segera dicabut dan ditembuskan kebupati, kekapolres dan instansi lainnya tidak diumumkan dimasyarakat, dugaan Kenapa..???? masyarakatnya sendiri dikambing hitamkan. Ungkap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

“Terpisah keluarga korban, meminta kepada pihak hukum wilayah Mesuji meminta usut tuntas dibalik meninggal nya Hanavi, saudara saya yakin bukan peremanisme, tapi ada surat tugas Perintah dari oknum Kepala Desa. Meminta keadilan yang setegak tegaknya”.tutur ini sial H Tegas keluarga korban.

Saat dikonfirmasi orang no satu didesa Sungai Sidang melalui via telpon, berharap melakukan pertemuan agar jelas dan terakhir dihubungi kembali senin 11/01/2020.  menjawab tetap ingin ngajak bertemu, hingga berita ini di terbitkan.(TIM-Red)

Artikel ini telah dibaca 122 kali

Juli 2021
R K J S M S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Baca Lainnya